oleh

Warga Ruteng Keluhkan Banjir yang Rendam Rumah Warga

Ket foto : Sejumlah rumah warga di RT 002 kelurahan Watu kecamatan Langke Rembong terendam banjir pada Senin 19 Oktober 2020.

NTT, News Report.id – Warga RT 002 kelurahan Watu kecamatan Langke Rembong, Manggarai, NTT, keluhkan banjir yang rendam sejumlah rumah warga pada Senin 19 Oktober 2020 sore

Salah satu warga, Jony Jenedo mengaku rumahnya sering banjir ketika hujan lebat di kota Ruteng. Tak jarang air masuk ke dalam rumahnya.

Menurut dia, air yang masuk ke rumahnya ketika drainase di dekat rumah meluap karena air yang mengalir melebihi kapasitas drainase ketika hujan lebat.

“Kalau hujan lebat saja, di sini pasti banjir karena air meluap di drainase, yang lebih parah hari senin kemarin. Air masuk hampir seluruh isi rumah dan tinggi sekitar 30 cm” katanya, Selasa 20 Oktober 2020.

Ia mengaku sudah berapa kali diusulkan kepada pemerintah setempat namun tak kunjung direspon.

Menurut Jony, ia dan warga setempat sangat terganggu dengan kondisi itu, sebab kotoran atau sampah yang mengalir di drainase itu sering masuk ke rumah mereka.

“Kalau banjir itu, banyak kotoran masuk ke rumah juga dan baunya menyengat. Sehingga kalau sudah banjir biar airnya sudah hilang tapi baunya tetap ada” katanya.

Ia mengaku hal itu bukan hanya dialaminya, namun beberapa warga lain juga rumahnya ikut terendam air kalau hujan lntensitas tinggi di Ruteng.

“Kami minta kepada pemerintah agar lakukan pembenahan saluran drainase agar tidak terjadi banjir lagi ke depannya, kalau drainase di luar itu tidak bisa menampus semua air dari atas, harus buatkan drainase alternatif atau diperluas lagi” katanya.

Warga lainnya, Walterius Saur juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia kejadian serupa bukan hanya tahun ini saja, tetap beberapa tahun sebelumnya selalu ada banjir ketika hujan di Ruteng.

“Hampir setiap tahun kami alami ini, kalau hujan lebat pasti air masuk ke rumah kami, sumbernya dari drainase yang meluap” katanya.

Apalagi letak rumahnya dengan drainase itu sangat dekat. Ia juga mengeluhkan kondisi drainase itu yang sudah rusak, tembok penahan di samping rumahnyapun terancam roboh.

“Dasar gotnya ini sudah hancur semua, fondasi tembok penahan ini sudah terkikis air” katanya.

Pantauan NewsReport, Senin 19 Oktober 2020, Sebagian tembok penahan tanah di samping rumah Walterius sudah roboh, karena fondasi tembok penahan sudah terkikis air.

Walterius mengaku tak nyaman tinggal di dalam rumah kalau hujan lebat karena takut sewaktu-waktu tembok penahan tanah di samping rumahnya itu roboh total dan rumahnya terancam longsor.

Sebab itu ia meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki drainase tersebut.

“Minta perbaiki lantai saluran yang sudah terkikis air, akibatnya tembok roboh karena dasarnya sudah terkikis. Dan kalaupun musim kering nanti, sampah sisa yang terbawa arus berdampak untuk kami. Banyak nyamuk” katanya.

Kasi Perencanaan Teknis bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Manggarai Heribertus Petria mengaku pihaknya sudah mengetahui informasi itu dan sudah lakukan monitoring atau mengecek langsung ke lokasi.

“Kalau untuk itu kita sudah turun lokasi kemarin. Memang betul ada rumah warga yang tergenang akibat air yg meluap daei saluran” katanya, Rabu 21 Oktober 2020.

Ia menjelaskan, hasil monitoring ada beberapa titik saluran yang sudah tidak berfungsi dengan baik akibat utamanya karena sedimen yang hampir setinggi saluran.

“contohnya di sebelah timur kantor lurah Watu, sehingga air meluap ke badan jalan dan mengalir menuju ke rumah-rumah warga” katanya.

Ia juga mengakui banyak saluran drainase yang sudah rusak. Pihaknya akan berupaya untuk melakukan perbaikan.

“Untuk saluran yang lantainya sudah hancur memang sepanjang kantor lurah sampai jembatan Wae Ces sudah banyak yang rusak, nanti kita upayakan untuk direhab. Tambah lagi curah hujan yang tinggi 2 hari lalu sampi-sampai dimensi saluran sudah tidak bisa tampung lagi itu air” ujar dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed