oleh

Warga Lelak Nilai Penyataan Agus Kabur Sangat Kabur

NTT, News Report.id – Warga Desa Bangka Lelak, Kecamatan Lelak Manggarai menilai pernyataan Juru Bicara pasangan Deno Kamelus – Victor Madur (Deno-Madur) Agus Kabur terkait kejadian pada Minngu 29 November 2020 di Kecamatan Lelak yang dimuat Media FajarNTT dan Floresmart, sangat kabur atau kurang jelas.

Pasalnya dalam berita FajarNTT.com dituliskan Laskar 88 diduga telah melakukan tindakan penghadangan kunjungan kerja Yenni Veronika selaku anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PAN di Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai pada Minggu (29/11/2020) malam pukul 12.00 Wita.

Sebab, Agus Kabur mengatakan bahwa saat itu Yenni Veronika sedang mengemban tugas sebagai seorang pejabat Negara dalam hal ini Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PAN.

“Ibu Yenni Veronika sedang malakukan tugas Negara dan mengemban tugas sebagai isteri dari Bapak Bupati Manggarai (cuti,red) serta Calon Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH., MH” kata Kabur dikutip FajarNTT.

Bahkan Kabur menuding penghadangan terhadap Yenni Veronika disuruh atau diperintah langsung oleh pribadi-pribadi yang tidak bertanggung jawab . Menurutnya mereka telah memanfaatkan orang-orang muda Laskar 88 untuk kepentingan keukasaan terutama untuk kepentingan jabatan politik dan kekuasaan sesaat.

“Laskar 88 adalah sayap perjuangan dari H2N, Karena itu gerakan penghadangan yang dilakukan, diduga diperintah langsung oleh kandidat atau oknum yang diserahi tanggung jawab mengurus Laskar 88” kata Kabur.

Sementara dalam Berita media Floressmart, dituliskan pengadangan itu dilakukan saat Yenni Veronika pulang ke Ruteng usai mengikuti kampanye Deno-Madur di Pahar. Dalam perjalan pulang tiba-tiba anggota fraksi PAN DPRD Provinsi NTT ini diadang ketika ia hendak bertamu di salah satu rumah pendukung Deno-Medur di jalan Negara Ruteng – Labuan Bajo tepatnya di Desa Ketang.

Menanggapi itu salah satu Warga Lelak David Surapaten mengatakan bahwa kejadian itu tidak ada kaitan dengan kunjungan kerja atau kampanye pasangan Deno-Madur, tetapi hanya untuk mengecek mobil yang masuk ke wilayah itu karena beberapa waktu terakhir sering kehilangan Babi dan Halia.

Ia juga mengatakan bahwa lokasi kejadian bukan di jalan Negara Ruteng – Labuan Bajo melainkan di Wae Ka, Desa Bangka Lelak, Kecamatan Lelak dan jaraknya sekitar 1 Km dari Jalan Negara Ruteng – Labuan Bajo.

“sebelumnya kami hilang Babi dan Halia, sehingga malam itu kami menghentikan mobil karena dia masuk tengah malam apalagi plat luar (DD). Kami hanya mau memastikan siapa yang ada di dalam mobil itu. Sebelumnya kami tidak tahu kalau di dalam mobil itu Yenni Veronika” katanya.

Terkait permintaan identitas, ia menjelaskan hal itu dilakukan karena mobil yang masuk tengah malam itu bukan milik warga setempat dan plat luar daerah.

“sebagai warga kami juga berhak untuk menanyakan identitas orang yang datang dari luar dan masuk tengah malam. Apalagi selama ini kami sering hilang Babi dan Halia. Sebenarnya kejadianya tidak seheboh ini kalau mereka langsung menjunjukan identitas” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa benar sebagian orang yang berada di lokasi saat itu merupakan anggota Laskar 88, namun kejadian malam itu bukan atas nama Laskar 88 tetapi sebagai warga Wae Ka Desa Bangka Lelak.

Sebab itu, ia membantah peryataan Agus Kabur yang menyebut kejadian tersebut diduga diperintah langsung oleh kandidat pasangan Hery-Heri atau oknum yang mengurus Laskar 88.

“Peryataan Agus Kabur itu sangat kabur karena tidak sesuai dengan kejadian, mana bukatinya kalau kejadian ini atas perintah kandidat? Kejadian itu bukan atas nama Laskar 88 tetapi sebagai warga Wae Ka, karena faktanya malam itu banyak juga orang yang bukan anggota Laskar 88. Kami menghentikan mobil itu karena dicurigai sebagai pencuri Babi atau Halia ” Katanya.

Diketahui, saat ditahan sampai saat diantar ke Mapolres Manggarai, warga kecamatan Lelak tidak mengetahui bahwa yang mereka tahan itu adalah Yenni Veronika, isteri Deno Kamelus, bupati Manggarai yang sekarang menjadi calon petahana bupati Manggarai yang kembali berpasangan dengan Viktor Madur.

Kronologis Peristiwa

Mobil yang digunakan oleh ketiga orang tersebut-yang salah satunya diketahui Yenni Veronika- bernomor polisi DD 1691, yang duga milik pedagang ternak antar pulau yang berdomisi di Reok. Mobil tersebut, menurut warga kecamatan Lelak lainnya, sudah berada di wilayah kecamatan Lelak sejak beberapa hari terakhir dan selalu datang tengah malam.

Pada Minggu tengah malam kira-kira pukul 23.15 wita, mobil tersebut melintasi jalur Karot Rungget, desa Bangka Tonggur. Stefanus Bucetom, seorang warga Bangka Tonggur mengikuti mobil tersebut hingga Wae Ka, desa Bangka Lelak. Namun sebelum tiba di Wae Ka, sopir mobil tersebut berhenti dan menghentikan Stefanus Bucetom di Wae Kolang untuk menanyakan letak desa Bangka Lelak. Karena merasa tidak masuk akal, mengingat wilayah tersebut sudah wilayah desa Bangka Lelak.

Sehingga sampai di Wae Ka, warga langsung mengambil foto plat nomor polisi mobil tersebut. Hal itu membuat penumpang mobil itu turun dan mengamuk kepada warga yang memotret, yang belakangan diketahui Yenni Veronika.

Pengambilan gambar plat nomor itu karena dicurigai sebagai orang yang mencuri Babi atau penadah yang bekerja sama dengan warga setempat. Foto itu untuk mempermudah warga ketika suatu saat ada kehilangan Babi atau barang jenis lainnya pasca mereka pulang dari Bangka Lelak.

Bahkan Yeni Veronika menanyakan, apakah mereka yang dianggapnya menghadang itu anggota Laskar 88. Namun sejumlah warga yang kebanyakan kalangan muda yang menghentikan mobil tersebut menjawab Yenni Veronika dan mengatakan, bahwa mereka adalah warga sekitar.

Lalu Yenni Veronika memperkenalkan bahwa mereka dari DM, tanpa memperkenalkan identitas diri. Yenni juga berupaya mengambil handphone yang merekam mobil dan saat mereka ditahan. Menurutnya, apa yang dilakukan warga tersebut adalah tindakan melanggaran hukum. Yenni pun mengancam akan melaporkan mereka ke Polisi, namun disambut dengan teriakan warga yang berada di lokasi, silahkan melaporkan.

Akhirnya Yenni keluar dari Wae Ka, desa Bangka Lelak pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 wita setelah mendapat jaminan dari aparat kepollisian Polres Manggarai, dan bersama sejumlah warga kecamatan Lelak tersebut. Namun di Polres Manggarai, terjadi juga penganiyaan terhadap Laskar 88 Karot Kecamatan Langke Rembong yang diduga dilskukan oleh tim sukses DM. Penganiayaan itu terjadi saat mobil yang ditumpangi Yenni Veronika masih diamankan di Polres Manggarai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed