oleh

Timses H2N: Deno Gagap Membaca LKPj dan Diduga Lakukan Kebohongan Publik

Keterangan foto: Ketua Tim Paket H2N, Wilibrodus Kengkeng, didampingi anggota tim Bona Onggot, Alex Apri Kulas dan Sebastian Hanu, saat memberi keterangan pers di Rumah Perubahan Manggarai, Rabu (21/10) sore.

NTT, News Report.id – Tim Sukses  H2N (Herybertus G.L. Nabit dan Heribertus Ngabut ) pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Manggarai periode 2020-2025 menilai, Deno Kamelus, Calon bupati Manggarai yang sekarang masih menjadi bupati Manggarai, diyakini tidak membaca dokumen RPJMD dan laporan pertanggungjawaban (LKPj) yang dibuatnya sendiri, sehingga setiap data yang disampaikannya tidak valid bahkan cenderung di duga melakukan kebohongan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim H2N, Wilibrodus Kengkeng, yang didampingi timses lainnya,  Bonavantura Onggot, Alex Apri Kulas dan Sebastian Hanu di Rumah Perubahan Manggarai, Rabu (21/10).

Menurut  Timses H2N, salah satu dasar penilaian  tersebut terkait data yang disampaikan Deno Kamelus untuk menjawab juru kampanye H2N yang juga mantan Sekda Manggarai, Mansueltus Mitak saat berbicara di desa Poco, kecamatan Wae Ri’i.  Mansueltus Mitak beberapa waktu lalu itu menyatakan, target RPJMD 2016-2021 milik pemerintahan Deno-Madur, tidak mencapai target sehingga bisa dikatakan bahwa DM gagal.

Menjawab pernyataan Mansueltus Mitak tersebut, Deno Kamelus kepada sejumlah media menyampaikan sejumlah data dan mengklaim bahwa target RPJMD pemerintahan Deno-Madur sampai dengan tahun 2019 sudah melampui target. Deno Kamelus pun menunjukkan beberapa data capaiannya.

Terkait data yang disampaikan Deno Kamelus,  Timses H2N menyatakan, jika membaca data yang disampaikan (oleh Deno  Kamelus), sudah sangat diyakini bahwa calon petahana tersebut tidak membaca dokumen yang ada dalam RPJMD dan LKPJ yang dibuatnya sendiri.

“Kami sangat yakin, Pak Deno Kamelus tidak membaca dokumen RPJMD 2016-2021dan juga LKPJ setiap tahun yang dibuatnya sendiri,” kata Wilibrodus Kengkeng kepada wartawan di Rumah Perubahan Manggarai di Wae Palo Ruteng, Rabu (21/10/2020.

Adapun alasan Timses H2N menyatakan bahwa Deno Kamelus tidak membaca dokumen RPJMD dan LKPj-nya sendiri, disampaikan Wily Kengkeng adalah, pertama; menyangkut Perda RPJMD untuk periode 2016-2021, dimana Deno Kamelus menyebut Perda No. 7 Tahun 2016 Tentang RPJMD Kabupaten Manggarai (Lembaran Daerah Kabupaten Manggarai Tahun 2016 Nomor 7.

Namun menurut Timses H2N, Perda Nomor 7 Tahun 2016 sudah tidak digunakan karena sudah diganti dengan Peraturan Bupati Nomor 51 tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 7 Tahun 2016 Tentang RPJMD Kabupapten Manggarai 2016-2021.  

“Dari sisi ini saja (menyebut nomor Perda, Red), Deno Kamelus sudah mulai salah soal substansi perencanaan pembangunan lima tahunan, karena perubahan dalam Perda tersebut sangat substansif juga. Jadi, pak Deno Kamelus sudah tidak konsisten dengan dasar hukum pelaksanaan pembangunan pada masa jabatannya” kata Wilibrodus Kengkeng.

Kedua, yang dinilai Tim H2N terhadap data yang disampaikan Deno Kamelus, ungkap Wily, soal data perbaikan rumah tidak layak huni dimana target, realisasi dan skema pembiayaannya dari APBD Kabupaten Manggarai disebutkan, realisasi RPJMD 2016-2021 sampai dengan tahun 2019 sangat fantastis yaitu mencapai 15.566 unit.

Data tersebut berebeda jauh dengan data yang disampaikan oleh mantan Sekda Manggarai, Mansueltus Mitak, yang hanya 2.359 unit.

“Data bantuan perumahan layak huni sebanyak 2.359 unit tersebut merupakan data capaian RPJMD 2016-2021 sampai dengan tahun 2019, yang dokumen pelaksanaan anggarannya (DPA) ada pada dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Manggarai,” ungkap Wily.

Data seperti yang diungkapkan Setus Mitak, tamba Wily, ditantang oleh Deno Kamelus dengan menyampaikan bahwa realisasi RPJMD 2016-2021 sampai dengan  tahun 2019 untuk rehabilitasi sosial untuk rumah tidak layak huni atau perbaikan rumah tidak layak huni mencapai 15.566 unit.

“Kita bingung dengan data yang disampaikan pak Deno. Entah dia dapat dari mana, sementara dalam dokumen LKPj bupati Manggarai sejak tahun 2016 sampai tahun 2019 atau selama 4 tahun, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang diperbaiki baru mencapai 11.465 unit dan itupun termasuk yang dibiayai dana desa sebanyak 7.970 unit atau 65,52%. Sisanya dari bantuan pemerintah pemerintah pusat dan provinsi,” tambah Wily.

Menurut Tim H2N, lanjut Wily, Deno Kamelus telah mengklaim program yang dibiayai oleh dana desa untuk dimasukan dalam realisasi atau capaian program Deno-Madur. “Itupun datanya juga salah, karena yang dihitung oleh tim H2N adalah realisasi RPJMD 2016-2021 sampai dengan tahun 2019, karena APBD tahun 2020 belum dievaluasi,” imbuh Wily.

Ditegaskan Wily, data yang disampaikan pak Setus Mitak selaku Jurkam H2N adalah benar karena sesuai LKPj bupati Deno Kamelus. “Sementara dalam 20 Janji politik yang disebut sebagai cara nyata untuk mengatasi masalah rakyat Manggarai di bidang perumahan, ditargetkan setiap tahun diperbaiki sebanyak 1.500 unit RTLH dan sampai dengan tahun 2019 baru mencapai 2.359 RTLH atau 31,45% dari target RPJMD selama 5 tahun sebanyak 7.500 unit RTLH,” rinci Wily.

Sementara menyangkut bantuan listrik untuk keluarga tidak mampu, ungkap Wily lagi, Tim H2N sama sekali menyatakan, klaim Deno yang menyatakan realisasi RPJMD 2016-2021 sampai dengan tahun 2019 sebanyak 6.065 sambungan listrik rumah tangga miskin yang bersumber dari APBD Kabupaten Manggarai adalah fiktif dan di duga sebagai bentuk kebohongan publik.

Wily menyampaikan, berdasarkan data yang bersumber dari LKPj bupati Manggarai sejak tahun 2016-2019, bantuan sambungan listrik baru dialokasikan pada tahun 2019 sebanyak 600 sambungan listrik, dari target 1.000 sambungan listrik per tahun seperti yang termuat dalam 20 janji cara nyata menyelesaikan persoalan rakyat Manggarai selama 5 tahun DM memimpin.

“Pemkab Manggarai baru mengalokasikan anggaran untuk sambungan listrik  bagi keluarga miskin pada tahun 2019 sebanyak 600 unit sambungan listrik. Kami tidak tahu, dari mana angka 6.065 unit sambungan listrik yang disampaikan Deno Kamelus. Karena yang tim H2N sampaikan  adalah skema pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Manggarai yang realisasinya tercantum dalam LKPj bupati Manggarai, Deno Kamelus,” terang wily.

Membaca berbagai data yang disampaikan oleh Deno Kamelus dalam menjawab Jurkam H2N, Mansueltus Mitak beberapa waktu lalu, menurut Tim H2N seperti yang disampaikan oleh Wily, sangat diyakini bahwa calon bupati petahana tersebut tidak membaca RPJMD dan beberapa LKPj yang dibuatnya sendiri.

“Kami yakin, Deno Kamelus tidak membaca dengan cermat, atau gagal membaca data yang ada di buku RPJMD dan beberapa LKPj-nya sendiri. Kami menangkal bahwa bukan pihak H2N yang memproduksi narasi kebohongan, tetapi justeru sebaliknya, kami duga Deno Kamelus yang melakukan kebohongan publik. Silahkan baca data pada dokumen yang resmi,” pungkas Wilibrodus Kengkeng yang menciptakan nama CREDO pada Pilkada tahun 2005. *

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed