oleh

Tim H2N Temukan Kejanggalan Logistik Pilkada di TPS 003 Desa Terong Kecamatan Satarmese Barat

NTT, News Report.id – Setelah sebelumnya dihebohkan dengan video pendistribusian surat suara di kecamatan Cibal yang diduga tidak dikawal oleh aparat kepolisian, kini ada temuan lain dalam pendistribusian logistik Pilkada Manggarai 9 Desember 2020.

Temuan itu terjadi di TPS 003 desa Terong, kecamatan Satarmese Barat. Laskar 88 dan tim kerja H2N yang mengawasi pendistribusian logistik Pilkada menemukan dugaan adanya jumlah surat suara yang berbeda antara jumlah yang ditulis pada label logistik yang diterima KPPS setempat dengan jumlah pemilih dalam DPT.

Hal tersebut disampaikan juru bicara tim kerja H2N, Bona Onggot, ketika diminta keterangannya oleh media ini terkait kejanggalan yang terjadi tersebut. Menurut Bona, kami mendapatkan laporan dari Laskar 88 bahwa ada kejanggalan yang terjadi pada logistik di TPS 003 desa Terong seperti berikut.

Pertama; mereka menyampaikan bahwa pada keterangan label logistik, mereka melihatnya tertulis 241 pemilih, sementara mereka mengetahui bahwa jumlah DPT untuk TPS 003 desa Terong adalah berjumlah 411 pemilih. Dari perbedaan data itu dapat dihitung bahwa ada sejumlah 170 surat suara yang kurang untuk TPS tersebut.

Kedua; pada label dos kotak suara tertulis Nomor Kotak 1, Nomor TPS 003, Nama PPS TERONG, Nama PPK SATAR MESE BARAT, Kab/Kota Manggarai, Provinsi NUSA TENGGARA TIMUR sementara sampul surat suara yang berwarna coklat di terisi dalam kardus logistik putih tersebut terlihat datanya berbeda, yaitu berisi sampul suara untuk TPS 003, desa Wangko, Kecamatan Satarmese Barat. Jadi ada perbedaan tulisan, tulisan di dosnya lain dan tulisan di sampul surat suaranya lain.

Dapat disimpulkan untuk TPS 003 desa Terong ini terdapat dua kesalahan yaitu jumlah surat suara yang tersedia berbeda dengan jumlah pemilih dalam DPT dan kesalahan yang kedua adalah perbedaan nama TPS dan nama desa antraa dos kotak suara dan sampul surat suara.

Lebih lanjut Bona Ogggot mengatakan, tim kami di lapangan menemukan kejanggalan ini. Atas kejadian ini Bona mengatakan sangat menyangkan hal ini bisa terjadi dan agar segera di atasi “sepatutnya kekurangcermatan seperti ini tidak terjadi. Kami meminta pihak KPU untuk segera menyelesaikan hal ini. Segera ditambah surat suara jika jumlahnya kurang. Kami minta agar jumlah surat suara yang tersedia harus disesuaikan dengan jumlah pemilih dalam DPT dan ditambah dengan jumlah cadangan surat suara jika hal itu diatur dalam regulasi,’ tutur Bona.

Kami juga sudah telepon saksi kami di lokasi tersebut agar besok tanggal 9 Desember, pada hari pencoblosan, sebelum memulai pencoblosan sampaikan keberatan kepada penyelenggara yaitu KPPS, pastikan logistik ini terutama surat suaranya harus ditambah, amplop surat suaranya juga diubah. Jika tidak ditambah dan tidak diubah, kepada saksi kami sampaikan agar proses memuliai pemungutun suara harus ditolak sampai penyelenggara bisa menyiapkan sesuai dengan data yang ada di TPS 003 desa Terong tersebut.

Lebih lanjut Onggot meminta KPU untuk memperhatikan aturan yang mengatur ini yaitu pasal 3 PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) nomor 7 tahun 2020 tentang perlengkapan pemungutan suara dan perlengkapan lainnya dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota.

Menurut Onggot, pasal itu berbunyi penyediaan perlengkapan pemilihan dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: a. tepat jumlah; b. tepat jenis; c. Tepat sasaran; d. tepat waktu; e. tepat kualitas dan; f. efisien. Terkait ini pendistribusian logistik di TPS 003 desa Terong, kecamatan Satarmese Barat berlawanan dengan bunyi pasal ini terutama pada huruf a, huruf c dan huruf f..

Kami juga sudah menghubungi pihak Bawaslu dan melaporkan kejadian ini. “Saya menyampaikannya kepada anggota Bawaslu Manggarai Pa Heri Harun, dalam bentuk  laporan lisan melalui sambungan telepon. Dan Pa Heri Harun  menyampaikan pada kami, bahwa beliau segera menyampaikan hal ini kepada KPU untuk segera mengecek logistik dan dokumen yang ada di TPS 003 desa Terong tersebut”.

Pada kesempatan tersebut Onggot juga mengatakan bahwa tim kami di lapangangan mengawal pendistribusian logistik Pilkada untuk memastikan proses pendistribusian aman dan berjalan baik tanpa kendala.”tim kami tidak tidur, walau hujan mereka tetap menjaga dan mengawasi dilapangan agar Pilkada ini berlangsung jurdil, adil dan kondusif. Kami tahu pengorbanan mereka sangat luar biasa, karena itu mari kita jaga demokrasi ini agar dapat berjalan sesuai aturan yang ada.”.

Dari lapangan mereka melaporkan perkembangan kegiatan di lapangan setiap saat. Laporan-laporan itu di Sekretariat kami tampung sambil mempertimbangkan jalan keluarnya.

Kami mengajak seluruh pemilih H2N, simpatisan dan relawan untuk tetap mengawal pelaksanaan Pilkada ini sampai selesai, “ tutup Onggot. (vt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed