oleh

Tetap Optimis Walau “Sendi-Sendi Ke-Indonesiaan” Kita Terus Dilibas Covid-19

Sumber Foto; blogindonesiadermawan.id

News Report.id – Covid-19 sepertinya tak pernah berhenti namun terus menggempur dan menusuk semakin dalam pada sendi-sendi tubuh ke-Indonesian kita. Ada banyak simbolik kelembagaan yang telah dihantam dan menjadi lesu karena dahsyatnya dampak pandemi Covid-19. Dan kini dari aktivitas lembaga di atas seperti lembaga keagamaan, kepemerintahan, kependidikan, lembaga sosial lainnya, dan dunia usaha seperti pasar menjadi sumber penyebaran Covid-19, dan karena itu dikelompokan sebagai Klaster Covid-19.

Bagi masyarakat yang melek istilah kesehatan mungkin sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan “Klaster”, namun untuk masyarakat umum mungkin bertanya-tanya apa itu Klaster. Jika melihat penjelasan dalam beberapa media, disebutkan bahwa Klaster adalah penamaan sekumpulan kasus penyakit menular yang terhubung oleh satu peristiwa atau lokasi.

Dalam kaitan dengan itu, kita akhir-akhir ini masif mendengar istilah Klaster dalam kaitan dengan penyebaran Covid-19. Jika merujuk pada berita Kompas.com, 14 Juli 2020, yang merilis berita dengan judul 5 Klaster Terbesar Penularan Covid-19 di Indonesia. Kompas.com merilis antara lain, yang pertama Klaster Secapa (Sekolah Calon Perwira) Bandung, pada Klaster ini terkonfirmasi sebanyak 1.262 orang yang positif Covid-19, mereka terdiri dari siswa dan pelatih Secapa AD.

Selanjutnya yang kedua adalah Klaster 3 (tiga) Perusahaan di Semarang yaitu pada Industri Garmen, BUMN, dan Migas. Pada Klaster ini tercatat sejumlah 300 orang yang tertular dari tiga lingkungan perusahaan tersebut di atas.

Kemudian yang ketiga adalah Klaster Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, pada Klaster ini dilaporkan ada 157 kasus positif. Sementara yang keempat adalah Klaster Ijtima Gowa, Klaster ini dicatat sebagai sebuah Klaster karena dikaitkan pada kasus Covid-19 yang terjadi dibeberapa tempat disebabkan oleh pelaku perjalanan yang hadir dalam kegiatan keagamaan di Gowa, antara lain hal ini terkonfirmasi dari beberapa kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, NTB dan NTT.

Dan yang terakhir adalah Klaster Pusdikpom (Pusat Pendidikan Polisi Militer) Kodiklat yang ada di Cimahi, Jawa Barat. Setidaknya ada 101 kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut.

Selain yang diberitakan Kompas.com di atas, voaindonesia.com pada tanggal 4 Juli 2020 melansir berita 226 Jemaat Gereja Bethel di Bandung terinfeksi Covid 19, dan Klaster ini dikenal dengan sebutan Klaster Seminar Lembang.

Namun sampai kini, penyebab sumber persebaran Covid-19 sudah semakin merebak karena bersumber dari berbagai Klaster. Terkini, bukan saja bersumber dari Klaster-Klaster di atas namun sudah bersumber dari berbagai Klaster lain. Seperti ada Klaster Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah karena banyak di kantor Kementerian Negara, Anggota DPR dan juga di Kantor Pemerintah Daerah yang terkonfirmasi positif Covid-19 seperti yang diberitakan pada Media ini (News Report.id) pada tanggal 27 Juli 2020 merilis berita sejumlah ASN baik pejabat maupun staf di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi positif infeksi Virus Covid-19.

Ada juga tercatat Klaster pasar rakyat karena dibeberapa daerah ada yang terkonformasi positif Covid-19 bersumber dari penyebaran dari orang yang bertemu di pasar.

Dari data di atas kita sudah bisa menyimpulkan bahwa semua sendi dari aktivitas kehidupan di Indonesia tak luput dan tak imun dari infeksi Covid-19, baik itu aktivitas lembaga Pendidikan, lembaga Keagamaan, lembaga Keaamanan, lembaga negara dan  pemerintahan pusat serta daerah, dunia usaha dan lembaga-lembaga sosial lainnya.

Dalam rilis terakhir pada situs covid-19.id, yang diberitakan News Report.id pertanggal 1 Agustus 2020, pemerintah secara resmi melaporkan pada situs tersebut bahwa sampai dengan 1 Agustus 2020 sudah ada 109.936 orang terinfeksi Covid-19 di Indonesia, dari jumlah itu diberitakan sejumlah 67.919 orang dinyatakan postif sembuh dan yang tutup usia karena terinfeksi Covid-19 berjumlah 5.193 orang.

Selain korban manusia, dampak lainnya yang ditimbulkannya dan tidak kalah dahsyat adalah terhadap bidang kesehatan, dunia pariwisata, dunia ekonomi yaitu dunia usaha dan lapangan kerja, ekspor dan impor. Bidang transportasi, dunia pendidikan, bidang pertanian dan ketahanan pangan adalah bidang-bidang yang dihantam secara masif oleh virus maha dahsyat ini. Hantaman-hantaman terhadap sektor ini jika tidak mampu dibenah dan dikelolah secara baik dapat melumpuhkan sendi-sendi dasar kehidupan bangsa dan warga negara Indonesia yang berujung pada keterpurukan.

Namun dari semua kondisi di atas, tentu kita diminta agar tetap optimis. Kita optimis jika kita bisa hidup disiplin mengikuti protokol kesehatan yang ada. Kita tentu optimis atas sikap pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan dalam menanggapi ancaman dan pengaruh Covid-19 secara serius. Dan terkini Presiden membentuk komite baru dengan nama Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi.

Selain itu optimis karena semakin hari jumlah pasien yang sembuh cukup banyak bila dibanding dengan yang meninggal dunia, dan kebanyakan yang meninggal dunia bukan semata-mata karena terinfeksi Covid-19 tetapi juga disebabkan penyakit bawaan lain (kontaminasi).

Optimis karena ada usaha bidang kesehatan (pemerintah dan swasta) yang terus berupaya meneliti dan melakukan test vaksin yang diharapkan dapat menjadi vaksin anti penyebaran Covid-19 dalam tubuh manusia dan apabila vaksin ini berhasil menjadi vaksin imunitas terhadap infeksi Virus Covid-19 pada diri manusia maka ini menjadi peristiwa kemanusiaan yang lur biasa, yaitu sebuah kemenangan besar dari bangsa ini yang dipersembahkan bagi dunia untuk menyelamatkan manusia dari ancaman Covid-19.

Editorial

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *