oleh

Sidang Nasional VIII THS-THM, 31 Juli 2020

“Menumbuhkan semangat mencintai Tuhan Yesus dan Bunda Maria sepanjang masa”

News Report.id – Pada saat umat muslim sedunia merayakan Idul Adha 1441 H, Organisasi Pencaksilat Pendidikan THS-THM mengadakan Sidang Nasional di hari Jumat, 31 Juli 2020.

Pada mulanya kegiatan sidang yang telah diubah nama dan designnya menjadi Retret Agung dengan nuansa religius lebih padat, dan yang menjadi agenda rutin ini, akan digelar dalam satu rangkaian kegiatan Kaderisasi Pelatih, di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Namun karena berada dalam masa pandemi Covid-19, maka kegiatan ini kembali diberi nama Sidang Nasional dan dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom.

Sidang Nasional yang ke-8 ini dihadiri oleh lebih dari 70 orang pengurus Distrik/Wilayah/Ranting/ULK mewakili Keuskupan di Indonesia, para anggota Dewan Pendiri, para Romo Moderator, para mantan Koordinator Nasional dan undangan peninjau dari THS-THM RD Timor Leste. 

Sidang Nasional diawali tepat pukul 13:00 WIB, diawali dengan pengarahan oleh Dewan Pendiri yang disampaikan oleh Rm Luhur Prihadi, dilanjutkan Laporan Pertanggungjawaban Koordinatorat Nasional periode 2017-2020 oleh mbak Maria Selastiningsih (mbak Nining) bersama para pengurus Koornas lainnya sesuai bidang layanannya masing-masing. 

Setelah Laporan Pertanggungjawaban, dilanjutkan pandangan umum berupa laporan kegiatan dan tanggapan terhadap LPJ Koornas dari setiap Distrik/Keuskupan. Oleh karena Sidnas dihadiri oleh 34 Keuskupan, maka agenda ini menjadi sangat menarik meskipun memakan waktu yang lebih lama dari yang direncanakan. Pada umumnya setiap delegasi dapat menerima LPJ Koornas 100%. Beberapa delegasi sempat meminta LPJ diperbaiki, namun akhirnya dapat menerima penjelasan yang diberikan. Dengan demikian LPJ Koornas 2017-2020 dinyatakan diterima 100% oleh peserta Sidnas. 

Para anggota Dewan Pendiri, Romo Moderator, mantan Koornas dan peninjau dari Timor Leste dalam sambutan dan pandangan umumnya menyampaikan bahwa THS-THM sebagai organisasi kader memang belum sempurna namun tampak berusaha untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Beberapa kekeliruan terus berupaya diperbaiki, tidak hanya menanti permohonan maaf atas kekeliruan tetapi juga semangat memaafkan. THS-THM di era modern ini diharapkan lebih siap melayani kebutuhan gereja dan masyarakat.

Dalam agenda pemilihan Koornas periode 2020-2023, sejumlah delegasi menyatakan agar mbak Nining beserta seluruh jajarannya masih dapat menjalani tugas sebagai Koornas. Menyikapi hal tersebut maka mas Haripurnama menyampaikan bahwa proses kaderisasi harus terus berjalan dan sudah cukup anggota Dewan Pendiri sebanyak 2 kali turun tangan melayani sebagai Koornas, yaitu mas Bambang Wahyudi dan mbak Nining. Maka untuk saat ini mbak Nining akan ditarik kembali kedudukannya dari Koornas dan difungsikan kembali sebagai anggota Dewan Pendiri. Sementara akan ditugaskan anggota Dewan Pendiri lain yang akan mendampingi Koornas periode berikutnya. 

Oleh karena dipandang belum terlalu siap secara mekanisme dan waktu yang tersedia, maka Sidang memutuskan agenda pemilihan Koornas ditunda dan akan diselenggarakan pada 20 Agustus 2020, untuk memberi kesempatan setiap delegasi mempersiapkan anggota yang akan dicalonkan dan berkomunikasi kepadanya serta meminta kesediaan menjadi Koornas. 

Sidang ditutup dengan doa dan berkat yang dibawakan oleh Rm Aloysius Matruty, moderator Distrik THS-THM Keuskupan Amboina yang sedang studi di Filipina. 

Demikian Sidang Nasional VIII THS-THM terselenggara dalam peringatan wajib St. Ignatius Loyola, 31 Juli 2020. 

Ad Maiorem Dei Gloriam.

Deo Gratias.

Advetorial

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed