oleh

PLN Terus Tingkatkan Rasio Desa Berlistrik di NTT

Peresmian Listrik PLN menyala di rumah warga daerah terpencil, (foto; media berita)

NTT-NEWS REPORT.ID – Dua desa di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang berada di NTT kini telah dialiri listrik dari jaringan PLN. Desa tersebut adalah desa Lewe di kabupaten Manggarai Barat, dan desa Kenarimbala di kabupaten Alor.

Sebagaimana dikutip dari humas berita PLN, untuk meresmikan penggunaan listrik di desa tersebut dilakukan kegiatan penyalaan perdana secara simbolis di Desa Kenarimbala oleh General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko bersama dengan Bupati Alor Amon Djobo pada Jumat, pekan kemarin.

Dalam sambutannya, Agustinus Jatmiko, menyampaikan, “PLN Hadir menerangi Desa Kenarimbala, ini kami berikan sebagai bukti komitmen PLN, dan semoga listrik bagi 230 KK (kepala keluarga) di desa ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat. Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Listrik untuk Rakyat, Listrik untuk semua.” Ungkap Jatmiko

Keberhasilan melistriki desa 3T tersebut bukanlah hal mudah. PLN melajukannya dengan penuh pejuangan untuk mencapai kedua desa tersebut karena medan yang sulit. Namun atas kerja keras dan komitmen PLN, akhirnya kedua desa tersebut bisa teraliri listrik dengan baik.

Penyalaan listrik pada dua desa 3T ini bukanlah kali pertama, sebelumnya, kami juga berhasil menyalakan beberapa desa di pelosok Indonesia. Kami sadar, kebutuhan listrik sangatlah penting bagi warga, agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat” Imbuh Jatmiko.

Bupati Alor, Amon Djobo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN, “Setelah penantian, akhirnya kehadiran PLN dapat memberi pelayanan terang di Desa. Masyarakat kini bisa merasakan fasilitas kelistrikan, untuk itu, mudah – mudahan dapat memberikan harapan, sehingga masyarakat memiliki hidup dalam terang dan terang hidup di dalam mereka untuk dapat kerja lebih baik lagi.

Sementara itu, Kepala Desa Golo Lewe, Alesandro Da Silva Baut, mengatakan, warga desanya selama ini menggunakan genset, dan biaya setiap bulan untuk membeli BBM-nya sebesar Rp. 750.000,-. Namun dengan adanya listrik dari PLN kini mereka dapat menikmati terang listrik dengan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan genset.

Dimana dengan membeli token Rp. 50.000,- mereka bisa menikmati listrik lebih dari 1 bulan, dan dapat melaksanakan aktifitas dimalam hari dengan lebih nyaman, ungkap Kepala desa Golo Lewe yang disampaikan ketika pertama kalinya PLN berhasil melistriki Desa Golo Lewe Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Untuk diketahui, dengan dilistriknya kedua desa tersebut, terdapat 335 KK sudah menikmati listrik di minggu pertama bulan september ini. Dan upaya pelistrikan daerah terpencil serta daerah 3T akan terus dilakukan PLN, Sebagai wujud PLN hadir untuk masyarakat demi membangun ekonomi dan sosial semua wilayah Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed