oleh

Pilkada Manggarai-NTT; Hery-Heri Kampanyekan Agenda Untuk Peningkatkan Perekonomian Masyarakat

Barisan Pendukung Hery-Heri; Kelompok Muda Milenial, Laskar 88 Reba Taga.

  • Buka Lahan Baru, Bentuk Program Petani Muda Milenial, Pastikan Ketersediaan dan Pendistribusian Pupuk, Pengolahan Produk Jadi dan Menjamin Akses Pasar

NTT, News Report.id – Paslon (pasangan calon) Hery-Heri (Herybertus G.L. Nabit-Heribertus Ngabut) menyampaikan salah satu misinya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk mewujudkan misi ini pasangan Hery-Heri membaginya dalam 10  bidang yang digarap secara serius untuk mewujudkan peningkatan perekonomian masyarakat, adapun bidang-bidang tersebut, antara lain:

Bidang pertanian dan perkebunan, bidang perikanan, bidang peternakan, bidang pariwisata, Koperasi UMKM dan Ekonomi Kreatif, bidang perindustrian dan perdagangan, perhubungan dan transportasi, bidang tenaga kerja dan transmigrasi, bidang pemberdayaan pedesaan dan perkotaan dan bidang infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan paslon Hery-Heri saat menyampaikan materi kampanye di hadapan masyarakat di beberapa tempat.

Menurut paslon Hery-Heri, terkait bidang pertanian dan perkebunan. Kami berusaha memaksimalkan pemanfaatan  lahan tidur  yang ada untuk dibuka menjadi lahan pertanian dan perkebunan baru.

Salah satu segmen khusus yang dibuat dalam urusan pertanian dan perkebunan ini, kami menciptakan program pertanian khusus untuk orang muda dengan nama “program petani milenial”.

Tujuannya adalah, untuk menarik minat orang muda menggeluti bidang pertanian. Memanfaatkan lahan yang selama ini tidak produktif untuk menjadi lahan pertanian dan perkebunan produktif. Serta untuk penguatan dan peningkatan ketahanan pangan. Dan sebagai upaya menyiapkan lapangan kerja.

Untuk kegiatan pembukaan lahan baru, pasangan ini menyampaikan, kami siap membantu masyarakat petani dengan cara menyiapkan anggaran bersumber dari APBD sejumlah Rp. 2.000.000,- perhektar, atau dalam bentuk bantuan alat berat berupa traktor atau exavator. Itu artinya, sebagian anggaran untuk membuka lahan tetap disiapkan petani pemilik lahan, dan sebagiannya dibantu pemerintah daerah melalui APBD Kabupaten.

Bantuan lain yang diperuntukan kegiatan buka lahan baru ini adalah penyiapan bibit tanaman. Tanaman atau komoditi yang disiapkan adalah tanaman atau komoditi berbasis kawasan, yaitu menyiapkan dan menanam komoditi yang cocok dengan iklim setempat. Selain itu juga melaksanakan pelatihan agar para petani, khususnya petani muda milenial dapat mengetahui cara mengolah lahan dengan baik.

Selain itu, terkait kebijakan pupuk bagi petani di Manggarai, dalam kampanyenya, paslon Hery-Hery memastikan ketersediaan pupuk yang jumlahnya pas sesuai kebutuhan petani, agar tidak ada lagi keluhan mengenai adanya kekurangan pupuk.

Yang kedua, memastikan ketepatan waktu saat mendistribusikan pupuk dari distributor kepada petani, kita atur siklusnya sesuai dengan “kalender musim pertanian”, artinya, ketika petani membutuhkan pupuk, pupuk sudah harus tersedia di tangan petani.

Pasangan Hery-Heri memberi keyakinan kepada masyarakat khususnya kepada para petani bahwa kedepan kami beri jaminan, petani tidak akan mengalami lagi kelangkaan dan keterlambatatan mendapatkan pupuk. Karena kelangkaan dan keterlambatan distribusi pupuk telah menjadi keluhan masyarakat petani di semua tempat di Manggarai dari tahun ke tahun.

Itu yang kami buat, memastikan ketersediaan pupuk untuk seluruh petani dan mendistribusikan pupuk tersebut sesuai waktunya. Demikianpun untuk ketersediaan obat-obatan untuk tanaman. Jika pupuk kita kurang, kami berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar mengirim pupuk ke Manggarai sesuai kebutuhan petani.

Dari hasil pertanian, kedepan kita dorong untuk membuat produk turunan atau produk jadi, menjadi produk unggulan baru melalui kegiatan Home Industry atau sektor UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).

Contohnya biji cabe, kita olah menjadi bubuk cabe, atau menjadi cabe kering kemasan. Jahe diolah menjadi jahe kering kemasan atau menjadi syrup jahe. Atau membuat briket arang dari bahan dasar kulit kemiri. Dan kita olah umbi porang menjadi tepung porang.

Harga bubuk cabe dipasaran lebih mahal dari harga buah cabe. Begitupun harga jahe kering dan syrup jahe lebih mahal dari harga Jahe,  dan harga tepung porang lebih mahal dari umbi porang.

Karenanya untuk menjawabi itu, kami siapkan pelatihan untuk para petani, pelatihan untuk yang bergerak di Home Industry atau pelaku UMKM yang berusaha di sektor ini. Dan untuk kelompok ibu-ibu, untuk orang-orang muda, kita berdayakan dengan kegiatan seperti ini untuk menunjang ekonomi keluarga secara khusus dan ekonomi masyarakat umumnya.

Tentu pelatihan di atas bertujuan untuk dapat mengetahui proses pengolahannya, sekaligus mengahsilkan produk yang berkualitas, produk yang dapat bersaing di pasar lokal, pasar regional maupun nasional.

Sektor ini cukup menjanjikan karena mampu  membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan bagi para petani, maupun para pelaku usaha Home Industry atau di bidang UMKM yang memproduksi barang baku dari hasil pertanian menjadi produk jadi.

Tidak terlepas disitu saja, dari hasil-hasil di atas, kami siap bekerjasama dengan berbagai stakeholder untuk mendapatkan akses pasar, baik pasar untuk hasil pertanian dan perkebunan maupun pasar untuk produk turunannya atau produk jadi.

Akses pasar tersebut mesti terbuka, baik pasar lokal, regional maupun pasar nasional. Dengan teknik pemasaran secara konvensional maupun pemasaran secara virtual yaitu pemasaran berbasis media digital atau pasar online atau yang dikenal E-Commerce,” terang pasangan ini dalam beberapa kampanye.

Seorang pegiat LSM di Manggarai, Yuvens Janggat, ketika diminta tanggapannya terkait pengembangan sektor-sektor ini, dirinya menyampaikan bahwa konsep ini sebagai salah satu konsep yang jitu dalam peningkatan pendapatan rumah tangga, dan pembukaan lapangan kerja.

Kami, dari LSM Sejahtera Desa Ku siap mendukung dan bekerjasama apabila dibutuhkan untuk memberikan pelatihan terkait pelatihan pengolahan barang baku pertanian & perkebunan untuk diolah menjadi produk turunan, atau produk jadi.

Menurut Yuvens, ada banyak bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi produk jadi. Kami dari LSM Sejahtera Desa Ku sanggup menyiapkan materi dan menyiapkan tenaga pelatih untuk melatih masyarakat dan kelompok-kelompok usaha yang ada untuk mengembangkan hal-hal dimaksud sebagai upaya mendukung kebijakan peningkatan ekonomi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed