oleh

Diskusi Vox Point Banten; Rahayu Saraswati Janji Hindari Politik Uang

Banten, News Report.id – Rahayu Saraswati menegaskan komitmennya untuk menghindari politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tangerang Selatan 2020. Bersama pasangannya Muhamad,  keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu  mengatakan langkah tersebut merupakan satu upaya bersama membangun sistem demokrasi politik yang sehat.

“Ini perlu dilakukan dengan cara sistemik dan konsisten. Salah satunya dengan menghindari masuknya uang ke dalam praktik politik dan money politics seperti Pilkada. Kami mau memastikan bahwa praktik demokrasi tidak menjadikan uang sebagai pertimbangan dalam pemilihan calon kepala daerah,” katanya dalam diskusi daring bertajuk Politik Dinasti Untuk Siapa? yang diadakan Vox Point Banten, Rabu (19/8).

Webinar Diskusi Politik Vox Point Banten; Politik Dinasti Untuk Siapa?

Menurut politisi Partai Gerindra itu, daripada sibuk dengan perdebatan soal dinasti politik, Indonesia harusnya memberi perhatian pada pendidikan politik warganya. Pendidikan politik, lanjutnya, menjadi dasar adanya generasi penerus dalam perpolitikan. 

“Politik bukanlah hal yang opsional, ia harus ada demi berjalannya demokrasi yang baik dan maju. Pendidikan politik pun bukan hanya diperuntukkan bagi kalangan yang ingin terjun ke dunia politik, tapi untuk semua warga negara Indonesia,” kata mantan DPR RI 2014-2019 itu.

Ia mengatakan keputusan untuk maju di Pilkada Tangsel bukan karena adanya kepentingan politik semata. Dukungan kuat masyarakat Tangsel yang tampak dalam hasil survei, katanya, menjadi alasan kuat dirinya berani berkompetisi.

Untuk memenangkan Pilkada Tangsel 2020, Sara, sapaan akrabnya, mengaku akan menyatukan kekuatan antara dirinya dengan membawa kacamata dari dunia nasional, internasional dan juga suara anak muda, dengan Muhamad yang notabene adalah putra daerah Tangsel yang mengerti betul seluk beluk dan juga permasalahan yang ada selama ini.

Dia juga mengaku tak ambil pusing soal isu dinasti politik yang mengkaitkan pencalonannya di Tangsel karena ada nama besar pamannya Prabowo Subianto.
“Saya tidak fokus pada isu dinasti politik, karena tentunya dilihat di Tangsel itu rata, kita sama semuanya di sini. Jadi tinggal masyarakat yang memberikan dukungan. Silahkan pilih di antara kami siapa yang memiliki wacana, visi misi yang memang terbaik untuk Tangsel,” tegas Sara.

Ia mengungkapkan tidak ada yang salah dengan dinasti atau clan politik. Menurutnya hal tersebut terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Selain itu, sebuah dinasti atau clan tidak hanya terjadi di politik saja, tapi terjadi di seluruh bidang maupun profesi. Jadi menurutnya, hal semacam ini lumrah terjadi di mana pun.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Vox Point Indonesia Handojo Budhisedjati. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan dinasti politik sejauh sejalan dengan etika politik dan cita-cita luhur demokrasi, misalnya tidak menggunakan fasilitas dan kekuasaan orang tua atau keluarga masing-masing dalam rangka memenangkan kontestasi Pilkada tersebut.

Handojo menegaskan bahwa yang perlu dijaga dalam hal ini adalah jangan sampai terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Itulah yang dikhawatirkan oleh masyarakat, jika sebuah keluarga sedang membangun dinasti politik. 

“Jangan sampai kekuasaan disalahgunakan untuk hal-hal tersebut di atas,” katanya, seraya menekankan praktek demokrasi yang terbuka harus dijaga oleh sebuah keluarga yang terjun dalam sebuah dunia politik, termasuk Jokowi dan Ma’ruf.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed