oleh

Mantan TKD Mabar Berhasil Membangun dua Lembaga Pendidikan Nonformal dan Gedung PAUD

Yakobus Ampu, A.Md

Labuan Bajo, news report.id – Seorang mantan TKD Mabar, Yakobus Ampu, A.Md, pria kelahiran Bentala, 25 juli 1976, desa Mbuit kecamatan Boleng kabupaten Manggarai Barat mampu membangun dua lembaga pendidikan nonformal dan gedung paud. Dia memperjuangkannya melalui proses yang panjang dan didasari oleh kemampuan yang diperoleh, baik melalui pendidikan maupun melalui pengalaman berorganisasi. Baginya, pengalaman menjadi guru terbaik untuk berpikir tentang hal yang baru.

Terkait riwayat pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, Jack, demikian sapaan akrabnya, memandang setiap jenjang pendidikan sebagai momen dan solusi untuk mengasah kemampuan lahiriah sebagai upaya mempertahankan hidup . Pada tahun 1989, dia tamat dari SDK Bentala, tahun 1992 tamat dari SMPN Komodo, dan tahun 1995 tamat dari STM Binakusuma Ruteng. Karena keterbatasan biaya pendidikan, dia terpaksa bekerja mencari nafkah sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi. Puji Tuhan, kata Jack, dia diterima dan bekerja di Surabaya di PT EDISON tahun 1996-1997, dan di bekasi perusahan barat 1997-1999. Setelah itu, dia menggunakan hasil kerja kerasnya untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi. Dia berhasil menamatkan studinya di Perguruan Tinggi Politeknik UNDANA Kupang hingga memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) pada tahun 2003.

Secara khusus, ketika mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, Jack aktif bergabung dengan beberapa organisasi. Munurutnya, membangun hidup berorganisasi adalah salah satu bentuk praktek pendidikan, dan sebaliknya, organisasi memperkaya pendidikan yang digeluti. Karena itu, dia bergabung menjadi anggota PMKRI cabang kupang angkatan tahun 2000 dan menjadi ketua BEM Politeknik UNDANA Kupang tahun 2002.

Bagi Jack, pendidikan yang diperolehnya akan mati, ketika tidak mengimplementasikannya, baik untuk diri sendiri, maupun untuk kehidupan orang lain. Jack melamar dan diterima menjadi guru di SMPK Diakui Dian Padang sejak 2003 sampai 2008. Setelah itu, bekerja di dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat sejak tahun 2008, khususnya sebagai koordinator dan pengelola PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) untuk kabupaten Manggarai Barat sejak 2009 sampai 2014 dan  sebagai koordinator MPLIK (Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan) untuk kabupaten Manggarai Barat sejak 2012 sampai 2016.

Menariknya, di akhir tahun 2016, Jack memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Tenaga Kontrak Daerah (TKD) dari birokrasi pemerintahan Mabar karena ingin masuk dunia politik. Dia menjadi ketua DPC partai Perindo kecamatan Boleng sejak tahun 2017 dan saat ini sedang menjabat sebagai wakil ketua bidang IT dan Litbang partai Perindo kabupaten Manggarai Barat. Di tahun 2017, Jack juga memutuskan untuk mengikuti calon kades. Sayangnya, saya gagal dalam kontestasi pilkades tersebut, tutur Jack. Namun, kendatipun gagal, lanjut Jack, saya tetap berjuang demi kepentingan desa, dan yang nyata saya perjuangkan adalah lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) Dian Harapan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dian Harapan. PAUD Dian Harapan sudah berjalan sejak tahun 2017 hingga sekarang ini. Sejak tahun 2017 itu juga, legalitas lembaga ini bertaraf nasional yang dibuktikan dengan adanya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Fundasi utama untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal ada pada pendidikan anak usia dini, tutur jack. Di samping itu, PKBM Dian Harapan berjalan sejak tahun 2018, dan legalitas lembaga ini juga bertaraf nasional yang dibuktikan dengan adanya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Bagi Jack, melalui PKBM menjadi wadah pembelajaran masyarakat di luar pendidikan formal, terutama masyarakat yang putus sekolah karena berbagai faktor, untuk mendapatkan pengetahuan dan mengasah keterampilannya demi meningkatkan taraf hidup.

Foto Yakobus Ampu, A.Md bersama dua pendidik PAUD dan anak-anak PAUD Angkatan Pertama. Sumber Foto: galeri HP Yakobus Ampu,A.Md.
Foto Yakobus Ampu, A.Md bersama Peserta didik PKBM Dian Harapan. Sumber foto: Galeri HP Yakobus Ampu, A.Md

Sejak tahun yang sama, yaitu tahun 2017, PAUD Dian Harapan masih menggunakan gedung desa Mbuit, yang untuk sementara tidak terpakai saat itu. Walaupun dengan fasilitas seadanya, sejak saat itu, Jack selaku pengelola bersama para pendidik (2 orang), tetap berusaha mendidik, membimbing sambil bermain bersama anak-anak PAUD. Bagi Jack, kesungguhan dan ketulusan hati untuk terus berjuang sembari berdoa untuk kepentingan publik adalah solusi terbaik untuk mencari yang terbaik.  Puji Tuhan, kata Jack, kami berhasil membangun gedung paud, bantuan dari Yayasan Happy Hearts Indonesia yang  saya usul sejak 2019 dan terjawab di tahun 2022 ini. Mulai saat ini, Jack juga sedang berjuang untuk bagaimana mendapatkan bantuan gedung untuk PKBM Dian Harapan. Untuk itu, dia sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk maksud itu.

Foto Gedung PAUD Dian Harapan yang berhasil diperjuangkan Yakobus Ampu, A.Md, diambil tanggal 20/05/2022

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *