oleh

Pilkada Manggarai-NTT; Hery-Heri Kampanyekan Beberapa Prioritas Pada Bidang Kesehatan

Grafik Kasus Baduta (anak bawah usia dua tahun) Stunting di Kab. Manggarai

Mendirikan Rumah Sakit Pratama, Peningkatan Renumerasi Tenaga Kesehatan, Siapkan Beasiswa Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Spesialis, Serta Membentuk Gugus Tugas Penanganan Stunting dan Disabilitas.

NTT, News Report.id – Dalam kampanye bidang kesehatan selama masa kampanye paslon (pasangan calon) Hery-Heri (Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut) menyampaikan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi segenap masyarakat Manggarai dan pelaku perjalanan yang melintas dan untuk wisatawan yang datang di Manggarai. Pasangan ini siap membangun dua gedung rumah sakit.

Rumah sakit yang dibangun tersebut adalah rumah sakit Pratama. Satu rumah sakit dibangun di wilayah utara yaitu Reo dan satu di wilayah Selatan Manggarai.

Untuk meyakinkan masyarakat yang hadir saat kampanye, paslon Hery-Heri mengatakan, kami sudah bangun komunikasi dengan pihak pemerintah pusat yang menangani kesehatan dan anggota DPR RI dari partai pendukung paket Hery-Heri yang duduk di komisi yang membidangi kesehatan. Intinya mereka telah menyatakan kesiapan untuk rencana ini jika kami terpilih di Pilkada Manggarai pada (9/12/2020).

Hal ini disampaikan paslon Hery-Heri pada saat melakukan kampanye politik di beberapa tempat di Manggarai.

Dalam kesempatan kampanye, paslon ini  juga menyinggung menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran dan beasiswa bagi dokter yang mengambil program spesialis.

Selain itu paslon Hery-Heri juga berkomitmen memperhatikan renumerasi untuk tenaga kesehatan yang berstatus ASN, non ASN, dan untuk tenaga sukarela yang disebut TPPK (tenaga pendukung pelayanan kesehatan). Khusus untuk tenaga TPPK kami menaikan renumerasi dengan target 100% dari yang mereka terima saat ini.

Pasangan ini juga menyentil peningkatan pelayanan dan peningkatan sarana dan prasarana di rumah sakit umum Ben Mboi, dan di fasilitas kesehatan lainnya seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Poskesdes.

Terkait pelayanan kesehatan, kami melakukan pelatihan tenaga medis untuk lebih menguasai bidang pelayanan maupun pendalaman dan peningkatan keterampilan serta pengetahuan dan keahlian yang dimiliki dari petugas medis yang ada.

Penataan manajemen dan pelayanan menjadi penting agar jangan ada lagi di rumah sakit tenaga fungsional ditarik menjadi tenaga administrasi, sementara di sisi lain kita kekurangan tenaga fungsional. 

Agar jangan ada juga yang sekolahnya bukan bidang kesehatan menjadi petugas teknis. kita tempatkan orang secara profesional yaitu menempatkan orang yang pintar dan cerdas sesuai kompetensi yang dimilikinya.

Kami siap memajukan infrastruktur, sarana dan prasarana serta menyiapkan tenaga medis untuk mencegah status rumah sakit daerah turun kelas seperti yang terjadi selama ini.

Jika ada tenaga medis khususnya tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan dan belum ada di rumah sakit Ruteng, kita cari, kita beri perhatikan yang layak, yang seimbang sesuai dengan standar pelayanan yang diberikan oleh dokter spesialis.

Kita juga mendorong dokter yang ada untuk mengambil program dokter spesialis dan daerah menyiapkan beasiswa untuk hal tersebut.

Kemudian mendorong perhatian khusus untuk kesehatan ibu dan anak, bagi kami, anak sehat anak cerdas lahir dari ibu sehat dan ibu cerdas. Karena itu perhatian pada kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu prioritas kami di bidang kesehatan.

Mengingat angka stunting di Manggarai begitu tinggi, untuk menanganinya, paslon Hery-Heri mengambil kebijakan membentuk gugus tugas penanganan stunting dan disabilitas supaya dapat menanganinya secara cepat.

Ini konsep perubahan yang kami tawarkan dalam bidang kesehatan untuk memajukan sektor kesehatan di Manggarai, “ujar pasangan ini di setiap kampanyenya.

Untuk diketahui sesuai data resmi dinas kesehatan Manggarai, prosentase sebaran kasus Stunting masih cukup tinggi di wilayah tersebut. Stunting adalah kasus gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Khusus untuk anak usia bawah dua tahun (baduta) yang mengalami Stunting di Manggarai tersebar di seluruh kecamatan yang ada. Adapun data-datanya seperti berikut; kecamatan Reok 3,2% (26 baduta), Langke Rembong 7,7% (73 baduta), Wae Ri’i 11,0% (79 baduta).

Satarmese Utara 11,1% (89 baduta), Satarmese 13,1% (123 baduta), Cibal Barat 13,3% (129 baduta), Reok Barat, 14,7% (179 baduta) Ruteng 20,5% (183 baduta), Cibal 20,9% (202 orang), Satarmese Barat 26,8% (212 baduta), Lelak 28,5% (278 baduta)  dan Rahong Utara 33,6% (309 baduta).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed