oleh

Heboh, di Cibal Warga Pergoki Mobil Pengangkut Logistik Pilkada Tidak Dikawal Polisi

Ruteng, News Report.id – Medsos pada Selasa malam dihebohkan dengan sebuah video yang beredar. Video tersebut menayangakan warga pergoki sebuah mobil pick up tanpa nomor polisi yang mengangkut logistik Pilkada untuk desa Welu, kecamatan Cibal dan mobil logistik Pilkad tersebut berjalan tanpa pengawalan aparat kepolisian, tetapi hanya oleh seorang pengawas pemilu dan aparat desa Welu, tempat tujuan mobil bersama logistic Pilkada tersebut. Mobil tersebut didapati warga di daerah sekitar desa Wudi.

Warga mendapati mobil milik BUMDes desa Welu tersebut pada malam hari, Selasa (8/12/2020). Di dalam mobil, kertas suara untuk Pilkada yang diselenggarakan besok, Rabu (9/12/2020) hanya dimasukkan kedalam karung plastik, dengan kesan seolah-olah itu bukan dokumen yang perlu dijaga ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Beberapa video yang beredar di medsos memperlihatkan, mobil yang membawa logistik Pilkada untuk desa Welu tidak dikawal oleh aparat kepolisian. Dalam mobil hanya ada sopir, Panwas dan aparat desa.

Stanis Ersan Weot, seorang warga desa Wudi, yang juga timses paket H2N, dalam video yang diunggah di medsos menceritakan hal ihwal mereka temukan mobil tersebut.

Menurut Stanis, mereka hendak mengantar seseorang ke Dopo, desa Rado. Namun saat itu berpapasan dengan mobil pick up tersebut ke yang hendak ke arah Lujang, desa Welu.

Lanjut Stanis, setelah mobil tersebut berhenti ternyata diketahui bahwa mobil tersebut membawa logistik Pilkada untuk dibawa ke Lujang desa Welu, tapi tanpa pengawalan parat kepolisian.

Dalam video tersebut Stanis menanyatakan, mengapa pihak Panwas dan aparat desa saja yang berada di mobil tersebut tanpa pengawalan pihak kepolisian sebagaimana biasanya.

Namun tidak disebutkan, Panwas tingkat mana seperti yang disebutkan Stanis dalam video tersebut, apalah Panwascam atau pengawas pemilu desa Welu.

Yang anehnya, menurut Stanis, tentang keberadaan staf desa Welu di dalam mobil tersebut. “Apakah staf desa tersebut menjadi bagian dari penyelenggara Pemilu? Ini ada keanehan,” kata Stanis.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui bagaimana kelanjutan dari peristiwa tersebut.
Untuk diketahui, desa Welu berbatasan langsung denga desa Rado, tempat asal calon bupati Manggarai, Deno Kamelus. Pada Pilkada tahun 2015, kemenangan paket Deno-Madur sangat significant dengan tingkat partisipasi yang sangat tinggi. (rik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed