oleh

Gerakannya Mencurigakan, Warga Lelak Menahan Yenni Veronika Tengah Malam

NTT, News Report.id – Nasib apes dialami oleh Yenni Veronika, isteri bupati Manggarai Deno Kamelus, pada Minggu (29/11) tengah malam sekitar pukul 23.30 wita hingga Senin (30/11) dini hari sekitar pukul 02.30 wita. Dia ditahan warga kecamatan Lelak di Wae Ka, desa Bangka Lelak, karena kehadirannya dicurigai warga.

Namun, saat ditahan sampai saat diantar ke Mapolres Manggarai, warga kecamatan Lelak tidak mengetahui bahwa yang mereka tahan itu adalah Yenni Veronika, isteri Deno Kamelus, bupati Manggarai yang sekarang menjadi calon petahana bupati Manggarai yang kembali berpasangan dengan Viktor Madur.

David Surapaten, salah seorang warga Lelak yang ikut menahan Yenni Veronika itu mengakui, mereka menahan mobil dengan tiga orang di dalamnya karena kehadirannya sangat dicurigai  akan melakukan sesuatu di wilayah tersebut.

Warga Lelak tersebut, kepada media ini, Senin dini hari mengatakan, mereka patut mencurigai kehadiran mobil tersebut karena hadir pada tengah malam dengan alasan, selama beberapa hari terakhir, warga kecamatan Lelak sudah sering terjadi kehilangan hewan ternak, khususnya babi. “Beberapa hari terakhir, sudah beberapa ekor babi milik warga yang hilang di kecamatan Lelak, sehingga kami harus menahan dan menanyakan identitas mereka,” kata David.

Warga yang menahan mobil tersebut sama sekali tidak mengetahui identitas penumpang mobil tersebut dan berupaya mengecek surat-surat kendaraan yang mereka tumpangi. “Itu kan mobil plat luar, yang diyakini bukan milik warga kami, sehingga kami harus waspada mengapa mereka muncul tengah malam,” tambah David Surapaten.

David juga imbuhkan, sejak mereka menahan ketiganya, tidak satupun yang menunjukkan identitas, termasuk surat-surat kendaraan yang mereka bawa. “Jika mereka bertiga menunjukan identitas mereka bersama surat kendaraan tadi malam, maka mereka akan kami lepas. Namun sampai sejumlah aparat Polres  Manggarai datang (ke tempat kejadi perkara), mereka tidak menunjukkan identitas dan surat-surat kendaraan,” aku David.

Menurut David, dirinya bersama belasan warga Lelak lainnya ikut bersama ketiga orang tersebut ke Mapolres Manggarai, hanya untuk mengatahui, siapa sebenarnya mereka itu. Namun sampai Mapolres Manggarai, imbuhnya, identitas mereka belum terungkap.

Upaya sejumlah warga Lelak untuk menahan Yenni Veronika tersebut juga dilakukan karena beredar luas isu bahwa akan ada upaya membagi uang menjelang hari pencoblosan Pilkada Manggarai yang tinggal beberapa hari lagi. “Kami mendapat informasi bahwa akan ada orang yang membagi uang beberapa hari menjelang pencoblosan. Sehingga kami mencurigai setiap kendaraan yang masuk ke wilayah kecamatan Lelak,” ungkap Otavianus Jampa, sala satu warga kecamatan Lelak lainnya, yang diamini David Surapaten. 

Kronologis Peristiwa

Mobil yang digunakan oleh ketiga orang tersebut-yang salah satunya diketahui Yenni Veronika- bernomor polisi DD 1691, ( DD adalah plat kendaraan Sulawesi Selatan, Red) yang diduga milik pedagang ternak antar pulau yang berdomisi di Reok.  Mobil tersebut, menurut warga kecamatan Lelak lainnya, sudah berada di wilayah kecamatan Lelak sejak beberapa hari terakhir dan selalu datang tengah  malam.

Pada Minggu tengah malam kira-kira pukul 23.15 wita, mobil tersebut berada di Karot Rungget, desa Bangka Tonggur. Stefanus Bucetom, seorang warga Bangka Tonggur mengikuti mobil tersebut  hingga Wae Ka, desa Bangka Lelak. Namun sebelum tiba di Wae Ka, sopir mobil tersebut berhenti dan menghentikan Stefanus Bucetom di Wae Kolang untuk menanyakan letak desa Bangka Lelak. Dan pertanyaan itu menurut Stefanus tidak masuk akal, mengingat wilayah tersebut tempat dimana dia menanyakan itu kepada saya adalah wilayah desa Bangka Lelak.

Setelah tiba di Wae Ka, Stefanus yang disusul Otavianus Jampa, warga asal Bangka Tonggur, menghentikan mobil tersebut dan menanyakan hendak ke mana. Semua penumpang mobil tersebut turun dan mengamuk kepada mereka yang menahannya, dan seorang ibu yang diketahui Yenni Veronika, menghardik yang menahan mereka  dengan menanyakan, mengapa mereka dihadang.

Bahkan Yeni Veronika menanyakan, apakah mereka yang dianggapnya menghadang itu anggota Laskar 88. Namun sejumlah warga yang kebanyakan kalangan muda yang menghentikan mobil tersebut menjawab Yenni Veronika mengatakan, bahwa mereka adalah warga sekitar.

Lalu Yenni Veronika memperkenalkan bahwa mereka dari DM, tanpa memperkenalkan identitas diri. Yenni juga berupaya mengambil handphone yang merekam mobil  dan saat mereka ditahan. Menurutnya, apa yang dilakukan warga tersebut adalah tindakan melanggaran hukum. Yenni pun mengancam akan mengadukan mereka, namun ungkapannya disambut dengan teriakan warga, silahkan melaporkan.

Akhirnya Yenni keluar dari Wae Ka, desa Bangka Lelak pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 wita setelah mendapat jaminan dari aparat kepollisian Polres Manggarai, dan bersama sejumlah warga  kecamatan Lelak tersebut. Namun di depan Polres Manggarai, terjadi juga penganiyaan terhadap Laskar 88 yang diduga dilakukan oleh tim sukses DM, penganiayaan itu terjadi saat mobil yang ditumpangi Yenni Veronika masih diamankan di Polres Manggarai.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan beberpa media setempat, para advokat yang tergabung dalam Tim Hukum H2N pada Sabtu (28/11), melaporkan Yenni Veronika ke Polres Manggarai dan Bawaslu Manggarai karena diduga melakukan perbuatan pidana intimidasi warga di Pong Pahar, agar memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati Manggarai Deno-Madur (DM) saat pencoblosan Pilkada Manggarai, 9 Desember 2020 yang akan datang. (rik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed