oleh

Enam Bulan SPBU di Reok Tidak Jual Premium, DM Diduga Lindungi Penjual BBM Non Subsidi

NTT, News Report.id – Selama hampir enam bulan masyarakat di kecamatan Reok dan Reok Barat tidak menikmati layanan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dari dua SPBU yang berada di kota Reok. Diduga, pemerintahan Deno Kamelus dan Viktor Madur (DM) sebagai bupati dan wakil bupati Manggarai periode 2015-2020 melindungi kepentingan pihak yang menjual BBM non subsidi di wilayah tersebut.

Sejumlah warga Reok dan Reok Barat yang dihubungi media ini mengatakan, sudah hampir enam bulan-sekarang bulan Desember 2020, dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota Reok tidak menjual BBM bersubsidi jenis premium atau masyarakat menyebutnya bensin.

Fridolin Sanir dan Ahmad Yani, kedua tokoh muda asal kecamatan Reok Barat dan Reok membenarkan bahwa sudah hampir enam bulan dua SPBU di kota Reo tidak menjual BBM bersubsidi jenis premium sehingga masyarakat membeli BBM non subsidi jenis pertalite, yang harganya jauh lebih mahal.

Pada hal, ungkap kedua tokoh tersebut, masyarakat dua kecamatan tersebut sangat membutuhkan BBM bersubsidi untuk kepentingan pertanian dan kebutuhan kendaraan bermotor.

Adapun kebutuhan premium untuk pertanian, Sanir dan Yani senada, mengingat di dua wilayah tersebut, warganya menggantungkan penghasilan utamanya pada tanaman bawang, sekaligus daerah penghasil bawang terbesar di Manggarai.

“Para petani bawang butuh premium untuk mesin pengisap air untuk menyiram tanaman bawang dan juga tanaman holtikultura lainnya. Masyarakat Reok dan Reok menggantungkan harapannya pada tanaman bawang,” aku Fridolinus Sanir.

Hal yang sama diakui juga Ahmad Yani. Menurutnya, selain untuk kebutuhan menyiram bawang, mesin penghisap air juga untuk mengairi areal persawahan padi. “Harga BBM non subsidi akan mempengaruhi biaya atau ongkos produksi semua jenis usaha pertanian,” ungkap Ahmad Yani.

Baik Sanir maupun Yani, sepakat bahwa premium masih sangat dibutuhkan oleh warga di dua kecamatan tersebut, tidak hanya untuk pertanian tetapi juga untuk industri rumah tangga dan kebutuhan untuk kendaraan bermotor yang jumlahny tidak sedikit.


Diduga Dilindungi DM
Terkait tidak dijualnya premium di dua SPBU di kota Reok, menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat. Masyarakat di dua kecamatan tersebut menganggap ada keanehan dan pemerintah kabupaten Manggarai di era DM diduga membiarkan hal tersebut terjadi.

Berbagai sumber menyebutkan, ada salah satu dari SPBU tersebut sedang terjadi konflik, merebut kepemilikan. Namun sejumlah warga tersebut pertanyakan, kalaupun ada konflik, mengapa masih tetap menjual BBM non subsidi dan bagaimana dengan SPBU yang satunya lagi.

Yang menariknya menurut warga di kota Reok, selama ini pasangan DM selalu tidur di rumah salah satu pengelolah SPBU di kota Reok yaitu JM, yang letaknya berdekatan dengan SPBU. “Masa Pak Deno dan Pak Viktor tidak dilaporkan oleh pengelola SPBU tersebut bahwa sudah enam bulan PT. Pertamina tidak pasok premium ke SPBU tersebut,” ungkap warga yang minta namanya tidak mau dimediakan.

Menanggapi informasi tersebut, Fridolinus Sanir mengatakan, kalau benar bahwa DM sering tidur di rumah pengelola SPBU tersebut, besar kemungkinan bahwa pemerintahan DM diduga melindungi kepentingan pihak yang menjual BBM bersubsidi dan mengabaikan masyarakat kecil.

Fridolinus Sanir yang berprofesi sebagai pengacara mengatakan, praktek itu patut diduga ada konspirasi antara penguasa Manggarai yaitu pemerintahan Deno-Madur dengan para pengelola SPBU di Reok.

Tidak hanya konspirasi soal BBM non subsidi, dirinya juga mengendus dugaan praktek penimbunan BBM subsidi jenis solar yang dilakukan oleh ‘orang kuat’ di kota Reok untuk kepentingan pekerjaan konstruksi proyek-proyek pemerintah di kabupaten Manggarai.

“Saya mengendus dan menduga ada orang kuat di kota Reok yang menimbun BBM non subsidi jenis solar,” demikian Fridolinus Sanir.

Untuk diketahui, harga BBM non subsidi milik Pertamina adalah Pertalite Rp 7.650 per liter, Pertamax Rp 9.000 per liter dan harga BBM subsidi untuk jenus premium Rp 6.450 per liter. (rik)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed