oleh

Emi Nomleni dan Esthon Foenay Hadiri Acara Ritus Adat dan Kampanye Hery-Heri di Kampung Adat Ruteng Pu’u

Ruteng, Newsreport.id – Ketua DPRD Provinsi NTT, sekaligus Ketua DPD PDIP NTT, Emi Nomleni, dan Ketua DPD Gerindra NTT, Esthon Funay, menghadiri ritus adat dan kampanye pasangan Hery-Heri (Heribertus G.L Nabit-Heribertus Ngabut) di kampung adat Ruteng Pu’u, yang berlokasi di Ruteng, Manggarai, NTT. Kedua acara tersebut juga dihadiri sejumlah anggota DPRD NTT, diantaranya dari Fraksi Hanura, Ben Isidorus dan dari Fraksi PDIP, Vinsen Pata.

Turut hadir sejumlah anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari partai pengusung dan sejumlah pengurus kabupaten partai pengusung dan pendukung serta tim kampanye Kabupaten seperti Manseltus Mitak. Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat Ruteng Pu’u diantaranya Herman Jegaut, Aleks Jemada, Simon Jeo, Yohanes Nepot dan Aleks Jong.

Dalam orasi politiknya, Emi Nomleni, menyampaikan secara singkat bahwa kehadiranya di Manggarai sebagai bentuk dukungan langsung kepada kader terbaik mereka yang maju di Pilkada Manggarai yaitu Herybertus Nabit. Pasangan Heri Nabit dan Heri Ngabut kami nilai mampu menjadikan Kabupaten Manggarai lebih baik.

Sementara itu, Esthon Funay, juga dalam orasi politinya menilai bahwa pasangan Heri Nabit adalah pasangan yang cerdas, karena mereka cerdas, kami yakin mereka bisa memimpin Manggarai ini dengan baik. Kami tidak salah pilih, dan kami jatuhkan pilihan pada pasangan ini untuk mengurus Manggarai dengan baik.

Di tempat yang sama, Calon Bupati Manggarai, Hery Nabit mengatakan, saya menyampaikan di tempat ini, kami siap merealisasikan gagasan Pa Chris Rotok yang pernah menyampaikan gagasan diakhir masa jabatannya untuk membangun bendungan Wae Lerong.

Menurut Hery, tujuannya pembangunan Wae Lerong adalah untuk dijadikan sumber air bagi lahan pertanian, baik sawah maupun holtikultura, juga untuk menjadi sumber air baku bagi kebutuhan air bersih masyarakat.

Di tempat ini juga saya menyampaikan, kami siap mengurus stadion Golodukal, yang selama ini dibiarkan terbengkelai karena tidak diperhatikan. Stadion ini harus diperbaiki agar dapat melaksanakan berbagai kegiatan olah raga dan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi masyarakat. Karena kalau ada kegiatan olah raga pasti banyak masyarakat yang buka lapak untuk menjual barang-barang jajanan.

Terkait acara adat, kegiatan itu dilakukan di rumah Gendang Ruteng Pu’u, acara ini dipimpin salah satu penghulu adat setempat, Yasintus Parna. Acara yang berlangsung di rumah Gendang itu berjalan baik dan berlangsung hikmat.

Dalam ungkapannya, Yasintus meminta restu leluhur Ruteng Pu’u untuk melancarkan perjuangan pasangan Hery-Heri bersama pendukungnya sehingga segala aral dan rintangan dapat diatasi dan pada saatnya pasangan ini terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai periode 2020-2025.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Todo, Satarmese, yang tinggal di Ruteng, Alfons Jujuar, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan rasa sukacita dan gembira atas terlaksanananya kegiatan ritus adat bagi pasangan hery-Heri di Ruteng Pu’u.

Menurut beliau, kiranya semangat kebersamaan kita yang berkumpul di tempat ini direstui para leluhur, sehingga pada saatnya apa yang kita usahakan dapat tercapai yaitu memenangkan pasangan Hery-Heri dalam Pilkada 9 Desember 2020.

Sementara itu salah satu anggota Laskar 88 Ruteng Pu’u, Dody Januar, SE, mengatakan sejumlah 200 lebih orang Laskar 88 Ruteng Pu’u siap mengawal kemenangan paket Hery-Heri di Ruteng Pu’u dan wilayah sekitarnya.

Kami Laskar 88 siap bekerja agar tidak terjadi intimidasi, tidak ada money politic dalam kegiatan Pilkada di wilayah Ruteng Puu dan sekitarnya. Laskar 88 menurutnya menolak segala bentuk kecurangan Pilkada  khususnya di Ruteng Pu’u dan umumnya di Kelurahan Golodukal, “tutup Dody yang baru saja menyelesaikan studi Sarjananya itu.

Pada kesempatan yang sama, seorang tokoh masyarakat Ruteng Pu’u, Marten Ampa, kepada media ini mengatakan bahwa “segala biaya yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini merupakan usaha swadaya relawan dan simpatisan paket Hery-Heri yang berada di wilayah Ruteng Pu’u dan sekitarnya”.

Menurut Marten, Pilkada adalah pesta demokrasi, pesta rakyat, karena ini pesta rakyat maka kami mengambil bagian secara gotong-royong dalam pesta rakyat ini melalui cara kami, yaitu mengumpulkan beras dan dana secara swadaya untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Kami melakukan ini untuk pasangan Hery-Heri sebagai tanda keseriusan kami mendukung pasangan ini menjadi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai untuk periode 2020-2025,’ tutup Marten Ampa yang juga merupakan tokoh masyarakat Ruteng Pu’u dari “Mbaru Tambor”.

Untuk diketahui kampung Ruteng Pu’u adalah sebuah kampung adat yang lokasinya berada di Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai, NTT. Karena keberadaanya sebagai kampung adat, kampung ini sering dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara.

Uniknya, di kampung tersebut terdapat dua rumah adat, yaitu satunya bernama “Mbaru Gendang” dan satu lainnya dinamakan “Mbaru Tambor”. Selain itu halaman kampung Ruteng Pu’u yang tampak luas dikelilingi tumpukan batu yang ditata rapi, tumpukan dan susunan batu tersebut dalam bahasa setempat dinamakan “Like”.

Di tengahnya ada tempat untuk pemujaan dan tempat menyimpan saji-sajian bagi roh leluhur, tempat tersebut dinamakan “Compang”. Dan juga ada podium dari tumpukan dan susunan batu yang dijadikan sebagai tempat bercengkrama dan sebagai tempat untuk memandang pelataran kampung tersebut. Tempat itu dalam bahasa setempat dinamakan “Porong Télo”.

Konon, pada masa lampau, batu-batuan yang disusun dan ditata rapi mengelilingi halaman kampung yang dinamakan “Like” serta “Compang” dan “Porong Télo”, menurut kisahnya semua bangun-bangunan tersebut disusun oleh kekuatan gaib atas perjanjian nenek moyang orang Ruteng Pu’u dengan makhluk gaib yang terjadi dimasa lampau

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed