oleh

Dirjen Bimas Katolik Dilantik, 100 Persen Katolik 100 Persen Indonesia

Pelantikan Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro, S.Pd, M.Pd

News Report.id – Yohanes Bayu Samodro, S.Pd, M.Pd resmi menjadi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Dirjen Bimas Katolik). Semboyan Mgr. Soegijopranoto SJ untuk 100 persen Katolik sekaligus 100 persen Indonesia menjadi dasar agar kerja sama pemerintah dengan Gereja Katolik semakin terbangun.

Bayu diangkat menjadi Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 143/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Agama, tanggal 3 Agustus 2020. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah atau Janji Jabatan sebagai pejabat Eselon 1 Kementerian Agama dilaksanakan di Auditorium Rasyidi, Gedung Kementerian Agama RI, Senin, 10 Agustus 2020.

Pelantikan dilakukan oleh Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi. Sementara Pengambilan Janji Jabatan didampingi oleh RD Ewaldus Ewal, Pellaksana Tugas Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

“Tugas perutusan yang baru ini adalah kepercayaan yang diberikan oleh lebih dari 7 juta umat Katolik di Indonesia.  Kepercayaan untuk melayani untuk menjadikan umat Katolik sebagai bagian integral dari Bangsa Indonesia dan turut berkiprah dalam mengembangkan manusia Indonesia yang semakin berkualitas,” kata Bayu, panggilan akrabnya.

Bayu mengatakan, terdapat 4 program yang akan dijalankannya sebagai Dirjen Bimas Katolik periode 2020-2025. Keempatnya adalah menyederhanakan proses administrasi, menyusun program katekese berbasis tehnologi informasi, menempatkan kurikulum Pendidikan Agama Katolik sebagai katekese yang holistik dan kontekstual, dan mengubah persepsi umat bahwa agama sebagai sarana bukan tujuan.

Menurut Bayu, muara dari keempat program itu adalah tercapainya kerja sama yang saling membangun antara Gereja Katolik dengan Pemerintah Republik Indonesia. Sebab, umat Katolik adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan peradaban bangsa Indonesia dengan tetap mempertahankan ideologi Pancasila sebagai satu-satunya asas melalui UUD 1945 sebagai landasan hukumnya demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. 

Sebagai informasi, Bayu yang dilahirkan di Jakarta, 48 tahun lalu, sebelumnya merupakan Kepala Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Yayasan Hati Suci (d.h. Perkoempoelan Ati Soetji). Yayasan tersebut mengelola anak-anak terlantar dan berdiri sejak lebih dari 100 tahun lalu oleh Ny Auw Tjoei Lan.

Selain itu, Bayu sejak tahun 1985 bergabung dalam organisasi Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM). Dalam organisasi tersebut beliau pernah menjadi Koordinator Nasional selama dua periode kepengurusan yaitu sejak tahun 1997 hingga tahun 2003. Melalui organisasi ini, Bayu terlibat secara langsung dalam kegiatan pembinaan dan pengkaderan orang-orang muda Katolik serta secara langsung berhubungan dengan berbagai organisasi Gereja termasuk dengan beberapa hirarki Gereja Katolik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed