oleh

Dinas PUPR Manggarai Dinilai Gagal Terjemah Juknis dan Juklak Perekrutan TFL

Ruteng, Newsreport.id – DPRD Manggarai menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) salah menerjemahkan petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksana (juklas) perekrutan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) bidang Sanitasi dan Pamsimas tahun anggaran 2021.

“Kita minta dihentikan prosesnya. Dinas PUPR gagal dalam menterjemahkan Juklak dan Juknisnya” kata Yoakhim Y. Jehati, Ketua Fraksi Golkar DPRD Manggarai.

Menurut Yoakhim, Dinas PUPR Manggarai membuat sesuatu hal di luar aturan serta tidak percaya diri pada Perangkat yang dimiliknya dengan melibatkan pihak luar yang hanya membawa sejuta soal.

“Diberitakan sebelumnya, ketua pansel adalah PT dan LSM. namun, yang terjadi adalah pimpinan salah satu partai politik dan ini tidakk dapat dibenarkan. Mana unsur independennya?” ujar Politisi asal Cibal itu.

Sehingga, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Manggarai itu meminta Bupati Manggarai mengambil alih tugas ini dari Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, serta memberikan peringatan keras kepada Kepala Dinas PUPR Manggarai karena tidak mampu mengemban tanggungjawab ini.

“Ini kesalahan fatal yang dibuat karena mengankat pimpinan Parpol sebagai pansel dan meruoakan preseden buruk buat pemerintahan yang baru” katanya.

“Dinas PUPR mau menghindar dari sorotan publik terkait kesalahan mereka saat proses awal yang mengakibatkan kami merekomendasikan diproses ulang, namun maksudnya baik tapi labrak aturan dengan menghadirkan pansel independen tapi lupa bahwa Nick Decky (Teobaldus K. Deki) itu ketua partai” tambahnya lagi.

Diketahui, ketua panitia seleksi perekrutan TFL bidang Sanitasi dan Pamsimas adalah Teobaldus K. Deki, yang merupakan Ketua DPC Partai Perindo Kabupaten Manggarai.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Simprosa R. Gandut juga meminta batalkan perekrutan Tenaga Fasilitator Lapangan TFL bidang Sanitasi dan Pamsimas tahun 2021 di Dinas PUPR Kabupaten Manggarai itu.

Menurut Osy, sapaan akrab Simprosa R. Gandut, perekrutan TFL tersebut tidak sesuai petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksana (juklak) program sanitasi itu.

“Perekrutan itu tidak sesuai juknis, sehingga saya minta batalkan. Bila perlu anggaran program itu dikembalikan saja ke kas negara. Saya minta ini semua dibatalkan, kalau kali ini mengangkangi juknis berarti kedepannya tidak perlu pakai juknis” ujarnya kepada Newsreport, Kamis 25 Maret 2021.

Ia menjelaskan, dalam juknis program sanitasi, panitia perekrutan adalah dinas PUPR bukan pihak ke tiga.

Diketahui, perekrutan TFL Sanitasi dan Pamsimas di Manggarai dilakukan oleh panitia seleksi yang bukan bagian dari Dinas PUPR Manggarai atau independen.

Selain itu, Osy juga menyoroti beberapa persayaratan perekrutan tersebut yang menyebabkan ratusan pelamar gugur saat seleksi administrasi.

“Dalam juknis tidak ada standar IPK, dan saat pengumuman juga tidak ada. Tapi selama ini mereka pakai standar itu, sehingga banyak yang tidak lolos” ujarnya.

“Kalaupun itu ada dalam juknis, seharusnya bukan hanya IPK yang dinilai, tetapi akreditasi kampus yang paling diutamakan. Jangan sampai ada yang IPKnya melebihi standar tapi dari kampus yang bermasalah atau tidak terakreditasi, saya dengar ada yang begitu” tambahnya lagi.

Menurut dia, juknis adalah acuan dalam melakukan perekrutan, namun proses yang dijalankan selama ini menyalahi prosedur.

“Apakah ini skenario atau tidak, tapi saya tegaskan ini tidak sesuai juknis. Kalau ini dibiarkan berarti Manggarai ini tidak taat hukum, ini memalukan sekali. Saya merasa tidak adil, ini sudah mengarah pada inkonstitusional” ujar Politisi Partai Golkar itu.

Ia meminta agar Dinas PUPR Manggarai wajib mengikuti juknis, jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain untuk keluar dari juknis dan tidak tunduk pada orang tertentu.

“Saya tidak punya kepentingan apapun, ini hanya untuk kepentingan masyarakat Manggarai dan mau memastikan perekrutan sesuai juknis” katanya.

Hingga kini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Saldy Sehadun belum berhasil dikonfirmasi. Newsreport sudah mendatangai ruang kerjanya namun ia tidak berada di tempat, dihubungi melalui telepon juga tidak direspon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed