oleh

Deklarasi Satu Jari Indonesia, Selamatkan Masa Depan Bangsa

Jakarta, Newsreport.id- Perkumpulan Satu Jari Indonesia deklarasi Jalan Baru Satu Jari Indonesia, bertekad melakukan tindakan nyata melalui gerakan progresif, Rabu 10 November 2021.

Ketua Umum Perkumpulan Satu Jari Indonesi, Agung Mozin menjelaskan perkumpulan itu adalah gerakan yang mengedukasi masyarakat agar cerdas dalam menentukan pilihan politiknya. Agar dapat membedakan politisi dan partai politik yang benar-benar bekerja untuk rakyat, dan mana yang hanya menjadi permainan elit politik.

“Satu Jari Indonesia adalah Gerakan untuk mencari, merekrut, membina, dan memenangkan politisi yang amanah, memiliki integritas dan komitmen, menjadi pejabat publik yang akan benar-benar bekerja untuk rakyat” katanya kepada Newsreport.

Satu Jari Indonesia juga adalah Gerakan yang mengawasi kinerja para pejabat publik, terutama anggota legislatif, agar benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Akhirnya kami mengajak semua elemen bangsa ini, terutama generasi muda untuk bergabung dan mendukung Satu Jari Indonesia” ajaknya.

Mozin mengungkapkan, alasan terbentuknya perkumpulan itu berangkat dari berbagai persoalan bangsa. Pasalnha, setelah lebih 20 tahun reformasi dan telah berlalu lima kali pemilihan umum ternyata tidak ada perubahan signifikan ke arah yang lebih baik.

Mimpi terwujudnya kondisi kehidupan bangsa yang adil makmur tetap hanya menjadi mimpi dan masih terlalu jauh dalam wujud yang nyata, bahkan yang terjadi justru sebaliknya (paradoks).

Dikatakan, Pemilu seharusnya merupakan pengejawantahan kedaulatan rakyat, tetapi yang terjadi justru sekedar formalitas demokrasi dan tipu-tipu meraup suara sebagai jalan pintas menggapai ambisi kekuasaan.

Akibatnya fatal, pemilu tidak menghasilkan politisi dan pejabat publik yang memiliki integritas pribadi dan komitmen memajukan bangsanya.

“Sayangnya belum banyak yang menyadari bahwa pemilu yang buruk dan hanya menghasilkan politisi dan pejabat publik yang tidak memiliki integritas pribadi dan komitmen yang tinggi memajukan bangsanya sudah dan akan terus menimbulkan konsekuensi logis yang menyengsarakan” katanya.

“Kita telah melihat bukti-bukti yang tidak terbantahkan, sebut saja satu yang paling gampang yakni tumbuh suburnya pencurian uang negara (korupsi). Kondisinya kini semakin tidak terkendali dan masif dalam seluruh struktur kelembagaan negara, merata dari pusat sampai tingkat desa” tambahnya lagi.

Menurut Mozin, perampokan uang negara secara sistematis, masif dan tidak terkendali itu sudah dan akan terus melahirkan bencana lain, seperti;

Pertama, jumlah utang luar negeri yang terus meroket setiap tahun, padahal tidak ada manfaat nyata yang signifikan yang diterima oleh rakyat (biaya segala kebutuhan hidup, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain terus meningkat tanpa kendali).

Kedua, terus melemahnya posisi tawar Pemerintah menghadapi dominasi kekuatan asing yang semakin mengancam kedaulatan negara (ekonomi, politik dan pertahanan).

Ketiga, kehancuran sumber daya alam (hutan, sungai, pesisir dan laut) akibat eksploitasi dan atau pengrusakan atau pencemaran yang sudah dan akan terusmenimbulkan degradasi ekologi dalam bentuk bencana banjir, longsor dan kepunahan keanekargaman hayati.

Menurut dia, semua itu bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi sekaligus menghancurkan sumber-sumber kehidupan generasi yang akan datang.

“Mencermati kondisi objektif tersebut di atas, maka bagi siapa saja yang masih memiliki akal sehat, tentu tidak boleh berdiam diri dan menyerahkan segalanya kepada takdir. Kondisi yang buruk ini harus segera dihentikan” katanya.

“Akhirnya kami mengajak semua elemen bangsa ini, terutama generasi muda untuk bergabung dan mendukung Satu Jari Indonesia” tutup Mozin. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed