oleh

Christian Rotok Hadir Saat Deklarasi Laskar 88 Satarmese; Flori Kampul, Pembangunan Yang Dilakukan Deno-Madur Ibarat Orang Tarian Poco-Poco

Deklarasi Laskar 88 Satarmese Untuk Paslon Hery-Heri

News Report.id – Sejumlah dua-ribuaan Laskar 88 Satarmese berkumpul di lapangan bola sepak Paka, Satarmese, Manggarai, NTT, pada Selasa (22/9/2020).

Mereka hadir di lapangan tersebut untuk mengikuti deklarasi Laskar 88 kecamatan Satarmese sebagai relawan pendukung pasangan calon Pilkada Manggarai, Hery Heri (Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut)

Christian Rotok mantan bupati Manggarai dua periode yang hadir saat itu. Saat diminta membawakan pidato, Rotok memulai pidatonya dengan mengevaluasi sejauh mana perkembangan infrastruktur di Satarmese untuk mengevaluasi pembangunan yang dijalankan Deno-Madur.

Rotok menanyakan pada masyarakat yang hadir tentang kondisi belasan ruas jalan dan jembatan di Satarmese.

Oleh Rotok, ruas jalan dan jembatan itu disebut satu persatu. Saat Rotok menanyakan kondisi masing-masing ruas jalan itu kepada peserta yang hadir, umumnya peserta yang hadir menjawab sudah rusak.

Berkaitan dengan ruas jalan yang rusak tersebut, Rotok mengatakan, rakyat tidak boleh lama dijalan (orang lama di jalan karena melewati jalan rusak, red) tetapi dia harus lama ditempat kerjanya karena disana ada produktifitas.

Ditengah pidatonya Rotok mengatakan tugas pemimpin itu untuk melayani. Pemimpin itu bukan untuk dihargai tetapi untuk melayani rakyat, “ujar Rotok.

Flori Kampul, anggota DPRD Manggarai, pada saat menyampaikan orasi politik mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati terpilih 5 tahun lalu (Deno-Madur, red) telah membuat kontrak politik dengan masyarakat Manggarai yang diwakili DPRD dalam bentuk Perda RPJMD.

Menurut Flori, dalam dokumen tersebut ditulis semua apa-apa yang hendak dilakukan Deno-Madur selama 5 tahun, namun dari semua catatan itu, banyak yang belum selesai.

Flori mengumpamakan, jika kontrak itu seperti membuat rumah dalam kurun waktu lima tahun. Yang selesai dibangun hanya tembok dindingnya, sementara atap dan lantainya belum selesai.

Lalu Flori menanyakan pada peserta yang hadir; saya tanya pada bapa ibu, apakah bangunan itu disebut rumah yang sudah selesai? semua yang hadir menjawab tidak selesai sambil berteriak “ganti bupati”.

Pada saat itu Flori mengkritik pembangunan yang dilakukan pemerintah Manggarai. Menurut Flori, pembangunan yang dibuat pemerintah Manggarai saat ini seperti orang yang sedang menari Poco-Poco, penarinya bergerak sampe keluar keringat tapi tidak kemana-mana, hanya bergerak ditempat. (pembangunan jalan ditempat, red)

Sementara itu, Aloysius Selama, yang memberi sambutan mewakili tim Lawyer Hery-Heri, dalam pidatonya menjelaskan, ucapan “ganti bupati” tidak dilarang secara hukum, itu bagian dari kebebasan berpendapat sesuai aturan undang-undang.

Kemudian Alo mengatakan, pemimpin yang ada adalah pemimpin gagal, karena itu layak kita katakan ganti bupati. Ucapan Alo disambut tepuk tangan meriah dan pekikan ganti bupati dari peserta yang hadir.

Alo menutup sambutannya dengan mengatakan, ada banyak kegagalan pemerintah Deno-Madur, seperti program Simantri yang kabur tidak jelas, kegiatan berkantor di desa gagal, janji pupuk gratis tidak pernah direalisasi, pembangunan wae kebong yang tidak jelas apa manfaatnya, “ungkap Alo.

Sementara itu Edi Rihi, selaku “Jenderal Lapangan” Laskar 88 mengatakan, dirinya bertanggungjawab penuh untuk semua kegiatan Laskar 88.

Peresmian Laskar dengan judul kegiatan pengukuhan 1001 Laskar 88 kecamatan Satarmese ini dihadiri dua ribu orang lebih, selain dihadiri bakal calon Wakil Bupati Heri Ngabut, Christian Rotok, juga dihadiri tokoh perempuan Hendrika Rotok, Mantan penjabat Bupati Manggarai Timur Frans Paju Leok, David Sutarto dan sejumlah anggota DPRD dari partai pengusung serta beberapa pimpinan partai pendukung, relawan seperti Weta de Hery-Heri, Front Perempuan Bangkit dan Sahabat Hery-Heri.

Untuk diketahui “ganti bupati” adalah ungkapan yang beredar pada publik manggarai, ungkapan tersebut disampaikan oleh masyarakat yang menghendaki pada pilkada Manggarai terpilih bupati baru menggantikan bupati petahana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed